Jurnalkompi –¬†Ketertarikan masyarakat akan teknologi AR (Augmented Reality) mungkin tidak bertahan lama. Dengan adanya proyek HoloLens dari Microsoft, masyarakat mungkin akan kembali tertarik dengan teknologi ini.

Hal pertama yang terpikir saat membicarakan aplikasi teknologi AR mungkin adalah game. Namun, Microsoft percaya bahwa teknologi ini dapat digunakan untuk hal lain, seperti edukasi dan riset misalnya. Hal inilah yang mendorong Microsoft untuk membuat Galaxy Explorer, salah satu proyek AR yang sedang dikembangkan oleh tim HoloLens.

Galaxy Explorer berfungsi untuk menunjukkan konten interaktif yang ada pada ensiklopedia digital. Tetapi, fungsinya tidak hanya itu. Galaxy Explorer juga berfungsi sebagai tim pengembang untuk tahu bagaimana pengalaman AR yang memuaskan.

Aplikasi untuk menjelajah luar angkasa dianggap sebagai aplikasi yang paling sesuai untuk mendemonstrasikan teknologi AR selain untuk digunakan untuk membuat game.

Dengan Galaxy Explorer, Anda tidak hanya dapat melihat planet dan galaksi, tetapi juga dapat berinteraksi dengan berbagai obyek luar angkasa yang ada.

SlashGear menyebutkan, walau teknologi AR yang dikembangkan masih jauh dari sempurna, tim HoloLens setidaknya telah memiliki ide tentang bagaimana cara mengimplementasikan kendali dengan padangan, gerakan dan suara.

Misalnya, saat seseorang melihat sebuah planet dan melakukan sebuah gerakan dengan tangannya, maka dia akan disajikan dengan informasi tentang lapisan dan inti planet yang dia lihat.

Satu masalah yang mungkin akan dihadapi adalah kendala audio. Menggunnakan audio dan visual untuk menampilkan informasi atau sebagai input adalah sebuah masalah yang harus dipecahkan oleh tim pengembang.

Saat ini, banyak perusahaan yang fokus pada teknologi VR (Virtual Reality) atau gabungan antara VR dan AR. Tetapi, AR memiliki fungsi tersendiri yang mungkin tidak dimiliki oleh VR. (metronews)

SHARE

LEAVE A REPLY